Selasa, 13 Juni 2017

PAN PAP PAG

PENILAIAN ACUAN NORMATIF (PAN), PENILAIAN ACUAN PATOKAN (PAP), DAN PENILAIAN ACUAN GABUNGAN (PAG)
A. PENILAIAN ACUAN NORMATIF (PAN)
PAN ialah penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa terhadap hasil dalam kelompoknya. Tujuan penggunaan tes acuan norma biasanya lebih umum dan komprehensif dan meliputi suatu bidang isi dan tugas belajar yang besar. Tes acuan norma dimaksudkan untuk mengetahui status peserta tes dalam hubungannya dengan   peserta yang lain yang telah mengikuti tes.
Penilaian acuan norma (PAN) merupakan pendekatan klasik, karena tampilan pencapaian hasil belajar siswa pada suatu tes dibandingkan dengan penampilan siswa lain yang mengikuti tes yang sama. Pengukuran ini digunakan sebagai metode pengukuran yang menggunakan prinsip belajar kompetitif.
Ada beberapa pendapat tentang pengertian Penilaian Acuan Normatif  yaitu:;
1. Penilaian Acuan Normatif merupakan elemen pilihan yang memeberikan daftar dokumen normatif yang diacu dalam standar sehingga acuan tersebut tidak terpisahkan dalam penerapan standar. Data dokumen normatif yang diacu dalam standar yang sangat diperlukan dalam penerapan standar. Pengolahan dan pengubahan skor mentah menjadi nilai dilakukan dengan mengacu pada norma atau kelompok. Cara ini dikenal sebagai penilaian acuan normatif (PAN).
2. PAN adalah Nilai sekelompok peserta didik (siswa) dalam suatu proses pembelajaran didasarkan pada tingkat penguasaan di kelompok itu. Artinya pemberian nilai mengacu pada perolehan nilai di kelompok itu.
3. Penilaian Acuan Normatif (PAN) yaitu dengan cara membandingkan nilai seorang siswa dengan nilai kelompoknya. Jadi dalam hal ini prestasi seluruh siswa dalam kelas atau kelompok dipakai sebagai dasar penilaian.
Dari beberapa pengertian ini dapat disimpulkan bahwa Penilaian Acuan Normatif adalah penilaian yang dilakukan dengan mengacu pada norma kelompok; nilai-nilai yang diperoleh siswa diperbandingkan dengan nilai-nilai siswa yang lain yang termasuk di dalam kelompok itu atau bisa diartikan PAN ialah penilaian yang membandingkan hasil belajar mahasiswa terhadap hasil dalam kelompoknya. Tujuan penggunaan tes acuan norma biasanya lebih umum dan komprehensif dan meliputi suatu bidang isi dan tugas belajar yang besar. Tes acuan norma dimaksudkan untuk mengetahui status peserta tes dalam hubungannya dengan performa atau keadaan kelompok peserta yang lain yang telah mengikuti tes.
Berikut ini beberapa ciri dari Penilaian Acuan Normatif :
1. Penilaian Acuan Normatif digunakan untuk menentukan status setiap peserta didik terhadap kemampuan peserta didik lainnya. Artinya, Penilaian Acuan Normatif digunakan apabila kita ingin mengetahui kemampuan peserta didik di dalam komunitasnya seperti di kelas, sekolah, dan lain sebagainya.
2. Penilaian Acuan Normatif menggunakan kriteria yang bersifat “relative”. Artinya, selalu berubah-ubah disesuaikan dengan kondisi dan atau kebutuhan pada waktu tersebut.
3. Nilai hasil dari Penilaian Acuan Normatif tidak mencerminkan tingkat kemampuan dan penguasaan siswa tentang materi pengajaran yang diteskan, tetapi hanya menunjuk kedudukan peserta didik (peringkatnya) dalam komunitasnya (kelompoknya).
4. Penilaian Acuan Normatif memiliki kecendrungan untuk menggunakan rentangan tingkat penguasaan seseorang terhadap kelompoknya, mulai dari yang sangat istimewa sampai dengan yang mengalami kesulitan yang serius.
5. Penilaian Acuan Normatif memberikan skor yang menggambarkan penguasaan kelompok.
Kelebihan dan kekurangan PAN
a. Kelebihan PAN
1) Kebiasan penggunaan penilaian berdasarkan refrensi norma atau kelompok  dipendidikan tinggi.
2) Diharapkan tinggat kinerja yang sama terjadi pada setiap kelompok mahasiwa.
3) Bermanafaat untuk membandingkan mahasiswa atau penghargan utama untuk sejumlah mahasiswa tertentu.
4) Mendukung  tradisional kekukuhan akademis dan menggunakan standar.
b.        Kekurangan PAN
1) Sedikit menyebutkan kompetensi mahasiswa apa yang mereka ketahui atau dapat mereka lakukan.
2) Tidak fair karena peringkat mahasiswa tidak hanya bergantung pada tingkatan prestasi, tetapi juga atas prestasi mahasiswa lain.
3) Tidak dapat diandalkan mahasiswa yang gagal sekarang mungkin dapat lulus tahun berikutnya.
B. PENILAIAN ACUAN PATOKAN (PAP)
Penilaian acuan patokan (PAP) biasanya disebut juga criterion evaluation merupakan pengukuran yang menggunakan acuan yang berbeda. Dalam pengukuran ini siswa dikomperasikan dengan kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dalam tujuan instruksional, bukan dengan penampilan siswa yang lain. Keberhasilan dalam prosedur acuan patokan tegantung pada penguasaaan materi atas kriteria yang telah dijabarkan dalam item-item pertanyaan guna mendukung tujuan instruksional .
Dengan PAP setiap individu dapat diketahui apa yang telah dan belum dikuasainya. Bimbingan individual untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran dapat dirancang, demikian pula untuk memantapkan apa yang telah dikuasainya dapat dikembangkan. Guru dan setiap peserta didik (siswa) mendapat manfaat dari adanya PAP.
Melalui PAP berkembang upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melaksanakan tes awal (pre test) dan tes akhir (post test). Perbedaan hasil tes akhir dengan test awal merupakan petunjuk tentang kualitas proses pembelajaran.
Pembelajaran yang menuntut pencapaian kompetensi tertentu sebagaimana diharapkan dan termuat pada kurikulum saat ini, PAP merupakan cara pandang yang harus diterapkan. PAP juga dapat digunakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kurang terkontrolnya penguasaan materi, terdapat siswa yang diuntungkan atau dirugikan, dan tidak dipenuhinya nilai-nilai kelompok berdistribusi normal. PAP ini menggunakan prinsip belajar tuntas (mastery learning) .
Keberhasilan dalam prosedur acuan patokan tegantung pada penguasaaan materi atas kriteria yang telah dijabarkan dalam item-item pertanyaan guna mendukung tujuan instruksional .
Apabila dalam penentuan nilai hasil tes belajar itu digunakan acuan kriterium (menggunakan PAP), maka hal ini mengandung arti bahwa nilai yang akan diberikan kepada siswa harus didasarkan kepada standar mutlak (standar absolute), artinya pemberian nilai pada siswa itu dilaksanakan dengan jalan membandingkan antara skor mentah hasil tes yang dimiliki oleh masing-masing individu siswa, dengan skor maksimum ideal yang mungkin dapatdicapai oleh siswa, kalau saja seluruh soal tes dapat dijawab dengan benar.
Karena itu maka pada penentuan nilai yang mengacu kepada kriterium atau pada patokan ini, tinggi rendahnya atau besar kecilnya nilai yang diberikan kepada masing-masing individu siswa, mutlak ditentukan olehbesar kecil atau tinggi rendahnya skor yang dapat dicapai oleh masing-masing siswa yang bersangkutan. Itu lah sebabnya mengapa penentuan nilai dengan mengacu kepada kriterium sering disebut sebagai penentuan nilai secara mutlak (absolute) atau penentuan nilai secara individual. Disamping itu karena penetuan nilai seorang siswa dilakukan denagan jalan membandingkan skor mentah hasil tes dengan skor maksimum idealnya, maka penentuan nilai yang beracuan pada kriterium ini sering juga dikenal dengan istilah penentuan nilai secara ideal, atau penentuan nilai secara teoritik, atau penentuan nilai secara das sollen. Sebagai contoh rumus yang dapat digunakan adalah:
Nilai = skor mentah / skor maksimum ideal x 100
Selanjutnya nilai-nilai yang berhasil dicapai masing-masing siswa ditransfer atau diterjemahkan menjadi nilai huruf dengan patokan-patokan yang telah disepakati masing-masing lembaga/institute/universitas. Misalanya:
Nilai 85 keatas = A
Nilai 75 – 84 = B
Nilai 65 – 74 = C
Nilai 55 – 64 = D
Nilai dibawah 55 = E
Penilaian beracuan patokan, sangat baik atau sangat cocok diterapkan pada tes-tes formatif, diamana guru ingin mengetahui sudah sampai sejauh manakah peserta didiknya telah terbentuk, setelah mereka mengalami pengajaran dengan jangka waktu tertentu. Dengan menggunakan PAP ini, guru dapat mengetahui beberapa orang siswa yang tingkat penguasaanya tinggi, sedang maupun rendah, maka guru tersebut akan dapat melakukan upaya-upaya yang dipandang perlu agar tujuan pengajaran dapat tercapai secara optimal.
Namun PAP ini jangan digunakan dalam pengolahan atau penentuan nilai hasil tes sumatif, seperti pada ulangan umum dalam rangka mengisi raport, atau pada ujian akhir dalam rangka mengisi nilai ijazah maupun penentuan kelulusan seperti yang terjadi pada ujian akhir nasional yang banyak menuai kontroversi, karena penilaian acuan patoakan ini dalam penerapannya sama sekali tidak mempertimbangkan kemampuan kelompok (rata-rata kelas) sehingga dikatakan kurang manusiawi, maka dengan penerapan penilaian patokan dalan tes sumatif bias menyebabkan sebagian besar siswa dinyatakan tidak naik kelas.Kelemahan lain adalah bahwa apabila butir-butir soal yang dikeluarkan terlalu sukar, maka siswa betapapun pandainya akan memperoleh nilai-nilai rendah, sedengkan jika butir-butir soal terlalu yang rendah, mahasiswa betapa bodohnyapun akan memperoleh nilai-nilai yang tinggi. Dalam hubungan ini maka penilaian beracuan kriterium menggunakan standar mutlak itu sebaiknya diterapkan pada tes hasil belajar itu mengalami uji coba decara berulang kali dan telah memberikan bukti nyata bahwa tes tersebut sudah memliki sifat handal, baik dilihat dari segi realiabitasnya.
Persamaan dan Perbedaan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP)
a. Penilaian Acuan Norma dan Penilaian Acuan Patokan mempunyai beberapa persamaan sebagai berikut:
1) Penilaian acuan norma dan acuan patokan memerlukan adanya tujuan evaluasi spesifik sebagai penentuan fokus item yang diperlukan. Tujuan tersebut termasuk tujuan intruksional umum dan tujuan intruksional khusus
2) Kedua pengukuran memerlukan sample yang relevan, digunakan sebagai subjek yang hendak dijadikan sasaran evaluasi. Sample yang diukur mempresentasikan populasi siwa yang hendak menjadi target akhir pengambilan keputusan.
3) Untuk mandapatkan informasi yang diinginkan tenyang siswa, kedua pengukuran sama-sama nenerlukan item-item yang disusun dalam satu tes dengan menggunakan aturan dasar penulisan instrument.
4) Keduanya mempersyaratkan perumusan secara spesifik perilaku yang akan diukur.
5) Keduanya menggunakan macam tes yang sama seperti tes subjektif, tes karangan, tes penampilan atau keterampilan.
6) Keduanya dinilai kualitasnya dari segi validitas dan reliabilitasnya.
7) Keduanya digunakan ke dalam pendidikan walaupun untuk maksud yang berbeda.
b. Perbedaan kedua penilaian adalah sebagai berikut:
1) Penilaian acuan norma biasanya mengukur sejumlah besar perilaku khusus dengan sedikit butir tes untuk setiap perilaku. Penilaian acuan patokan biasanya mengukur perilaku khusus dalam jumlah yang terbatas dengan banyak butir tes untuk setiap perilaku.
2) Penilaian acuan norma menekankan perbedaan di antara peserta tes dari segi tingkat pencapaian belajar secara relatif. Penilaian acuan patokan menekankan penjelasan tentang apa perilaku yang dapat dan yang tidak dapat dilakukan oleh setiap peserta tes.
3) Penilaian acuan norma lebih mementingkan butir-butir tes yang mempunyai tingkat kesulitan sedang dan biasanya membuang tes yang terlalu mudah dan terlalu sulit. Penilaian acuan patokan mementingkan butir-butir tes yang relevan dengan perilaku yang akan diukur tanpa perduli dengan tingkat kesulitannya.
4) Penilaian acuan norma digunakan terutama untuk survey. Penilaian acuan patokan digunakan terutama untuk penguasaan.
C. PENILAIAN ACUAN GABUNGAN (PAG)
Penilaian acuan gabungan merupakan kombinasi dari penilaian acuan normatif dan patokan. Nurhasan (2000:317) menjelaskan sebagai berikut: “Dalam penerapan penilaian acuan gabungan (PAP dan PAN), dalam pembuatan norma penilaiannya menggunakan dua tahap yaitu tahap pertama menerapkan prosedur penilaian acuan patokan dengan terlebih dahulu menentukan batas minimal skor yang harus dicapai (passing-grade) dan tahap kedua menerapkan prosedur penilaian acuan norma terhadap skor-skor yang berada di atas batas minimal skor yang harus dicapai (passing-grade).”
Pada pembuatan norma penilaian gabungan menggunakan dasar hasil penghitungan rata-rata dan simpangan baku dari skor-skor yang berada di atas passing-grade. Selanjutnya dalam pembuatan norma penilaiannya dapat menggunakan standar penilaian 1 – 10, 10 – 100, atau standar penilaian dengan huruf (A, B, C, D, dan E).

Rabu, 05 Oktober 2016

doa setelah shalat fardlu

Astaghfirullah 3x. Allahumma antas-salaam wa minkas-salaam tabaarokta yaa dzal-jalaaliwal-ikroom. Allahumma laa maani'a limaa a'thoita walaa mu'thiya limaa mana'ta walaa yanfa'u dzal-jaddi minkal-jad. Subhaanallah 33x. Alhamdulillah 33x. Allahu Akbar 33x. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku walahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, laa hawla walaa quwwata illaa billaah, laa ilaaha illallaah, wa laa na'budu illaa iyyaah, lahun-ni'matu walahul-fadhlu, wa lahuts-tsanaa'ul hasan, laa ilaaha illallaahu mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika-lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir

Minggu, 20 Desember 2015

www.organisasi.org/1970/01/daftar-nama-kecamatan-kelurahan-desa-kodepos-di-kota-kabupaten-seruyan-kalimantan-tengah.html

DAFTAR NAMA KECAMATAN KELURAHAN/DESA & KODEPOS DI KOTA/KABUPATEN SERUYAN KALIMANTAN TENGAH

Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kota/Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Republik Indonesia.

Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Kalimantan Tengah (Kalteng)
Kota/Kabupaten : Seruyan


1. Kecamatan Danau Sembuluh
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Danau Sembuluh di Kota/Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) :
- Kelurahan/Desa Bangkal (Kodepos : 74261)
- Kelurahan/Desa Banua Usang (Kodepos : 74261)
- Kelurahan/Desa Cempaka Baru (Kodepos : 74261)
- Kelurahan/Desa Lanpasa (Kodepos : 74261)
- Kelurahan/Desa Palingkau (Kodepos : 74261)
- Kelurahan/Desa Paren (Kodepos : 74261)
- Kelurahan/Desa Salunuk (Kodepos : 74261)
- Kelurahan/Desa Sembuluh I (Kodepos : 74261)
- Kelurahan/Desa Sembuluh II (Kodepos : 74261)
- Kelurahan/Desa Tabiku (Kodepos : 74261)
- Kelurahan/Desa Telaga Pulang (Kodepos : 74261)
- Kelurahan/Desa Terawan (Kodepos : 74261)
- Kelurahan/Desa Ulak Batu (Kodepos : 74261)

2. Kecamatan Hanau
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Hanau di Kota/Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) :
- Kelurahan/Desa Asam Baru (Kodepos : 74271)
- Kelurahan/Desa Bahaur (Kodepos : 74271)
- Kelurahan/Desa Derangga (Kodepos : 74271)
- Kelurahan/Desa Panimba Raya (Kodepos : 74271)
- Kelurahan/Desa Parang Batang (Kodepos : 74271)
- Kelurahan/Desa Paring Raya (Kodepos : 74271)
- Kelurahan/Desa Pembuang Hulu I (Kodepos : 74271)
- Kelurahan/Desa Pembuang Hulu II (Kodepos : 74271)
- Kelurahan/Desa Rangau Raya (Kodepos : 74271)
- Kelurahan/Desa Tanjung Hanau/Hana (Kodepos : 74271)
- Kelurahan/Desa Tanjung Hara (Kodepos : 74271)
- Kelurahan/Desa Tanjung Paring (Kodepos : 74271)
- Kelurahan/Desa Tanjung Rangas (Kodepos : 74271)

3. Kecamatan Seruyan Hilir
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Seruyan Hilir di Kota/Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) :
- Kelurahan/Desa Pematang Limau (Kodepos : 74213)
- Kelurahan/Desa Pematang Panjang (Kodepos : 74213)
- Kelurahan/Desa Baung (Kodepos : 74214)
- Kelurahan/Desa Jahitan (Kodepos : 74214)
- Kelurahan/Desa Muara Dua (Kodepos : 74214)
- Kelurahan/Desa Tanjung Rangas (Kodepos : 74214)
- Kelurahan/Desa Bangun Harja/Harjo (Kodepos : 74215)
- Kelurahan/Desa Halimaung Jaya (Kodepos : 74215)
- Kelurahan/Desa Kartika Bhakti/Bakti (Kodepos : 74215)
- Kelurahan/Desa Kuala Pembuang Dua (II) (Kodepos : 74215)
- Kelurahan/Desa Kuala Pembuang Satu (I) (Kodepos : 74215)
- Kelurahan/Desa Mekar Indah (Kodepos : 74215)
- Kelurahan/Desa Persit Raya (Kodepos : 74215)
- Kelurahan/Desa Sei/Sungai Bakau (Kodepos : 74215)
- Kelurahan/Desa Sei/Sungai Perlu (Kodepos : 74215)
- Kelurahan/Desa Sei/Sungai Urdang (Kodepos : 74215)
- Kelurahan/Desa Tanggul Harapan (Kodepos : 74215)

4. Kecamatan Seruyan Hulu
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Seruyan Hulu di Kota/Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) :
- Kelurahan/Desa Buntut Sapau (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Majang/Mojang Baru (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Marandang (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Mongoh Juoi (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Rangkang Munduk (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Rantau Betung (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Rantau Panjang (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Riam Batang (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Sepundu Hantu (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tanjung Paku (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tanjung Tukal (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Bahan (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Darap (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Gugup (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Hentas (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Kalam (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Kasai (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Kubang (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Laku (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Langkai (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Magin (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Manjul (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Salau (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Sepan (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Setawai (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Setoli (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Suei (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tumbang Taberau (Kodepos : 74291)
- Kelurahan/Desa Tusuk Belawan (Kodepos : 74291)

5. Kecamatan Seruyan Tengah
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Seruyan Tengah di Kota/Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) :
- Kelurahan/Desa Ayawan (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Batu Agung (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Batu Manangis (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Bukit Buluh/Buluk (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Bumi Ayu (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Derawa (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Durian Kait (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Durian Tunggal (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Gantung Pengayuh (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Kalang (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Mugi Panyahu (Mugie Panyuhu) (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Panca Jaya (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Pangke (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Penyumpa (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Rantau Pulut (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Ringin Agung (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Sandul (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Sebabi (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Sehabu (Sahabu/Sebabu) (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Suka Jaya (Suka Ayu) (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Suka Maju (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Suka Makmur (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Suka Mandang (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Suka Mulya (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Sukorejo (Suku Rejo) (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Tangga Batu (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Teluk Bayur (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Tumbang Bai/Bei (Kodepos : 74281)
- Kelurahan/Desa Wana Tirta (Kodepos : 74281)

Senin, 23 November 2015

soal uts 8 I

Kelas VIII

Pilihan Ganda

Bacalah paragraf berikut untuk menjawab soal nomor 1 dan 2 !
Waktu menunjukkan pukul 10.30 ketika aku dan rombongan tiba di danau Sarangan. Suasana agak ramai karena kebetulan hari itu hari minggu. Kulihat banyak juga rombongan dari sekolah lain. Memang danau ini sangat indah. Airnya yang biru, udaranya sejuk, dan hutan pinus yang hijau mampu menarik wisatawan untuk selalu datang ke sini.
1.      Paragraf tersebut merupakan laporan ....
a.       pertanggungjawaban    c. keadaan
b.      perjalan                         d. peristiwa
2.      Pertanyaan yang sesuai dengan paragraf tersebut adalah ....
a.       Mengapa keadaan danau Sarangan Ramai ?
b.      Di mana letak danau Sarangan ?
c.       Mengapa air danau tampak biru ?
d.      Bagaimana danau itu selalu bersih ?
3.      Berikut ini hal-hal yang dianalisis dalam laporan, kecuali ....
a.       Isi peristiwa                  c. Kronologi waktu
b.      Kelengkapan data        d. Keindahan laporan
4.      Hal-hal yang perlu disampaikan ketika melaporkan pengamatan keadaan suatu objek wisata, kecuali ....
a.       Bangunan atau tempat
b.      Fasilitas
c.       Kebersihan
d.      Identitas pengunjung
5.      Anong Neni rajin menabung kepingan-kepingan uang sebagai modalnya melakukan perjalanan dari kota ke kota untuk menyebarkan pengetahuannya tentang pembuatan gitar kepada para perajin gitar. Lelaki anak tukang pengangkut sampah ini masih rajin membaca buku-buku berbahasa asing untuk mendapat pengetahuan terbaru cara membuat gitar.
Hal yang dilaporkan dalam petikkan laporan tersebut adalah ....
a.       Anong Neni seorang pembuat gitar
b.      Pengetahuan bagi perajin pembuat gitar
c.       Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat gitar
d.      Perjuangan Anong Neni untuk membantu perajin gitar
6.      Kamu akan mewawancarai Shinta, siswa kelas VIII juara lomba baca puisi tingkat Kabupaten, untuk mengetahui kiat sukses pemenang lomba baca puisi.
Kalimat pertanyaan yang paling sesuai dengan tujuan wawancara tersebut adalah …
a.       Sejak kapan Kakak tertarik kepada puisi?
b.      Apakah Kakak senang membaca puisi-puisi religius?
c.       Persiapan apa saja yang Kakak lakukan untuk menghadapi lomba?
d.      Apakah orang tua Kakak juga senang membaca puisi?
7.      Kalimat yang paling sesuai untuk mengawali kegiatan wawancara dengan narasumber yang kita hormati adalah ...
a.       Pak, minta waktu sebentar untuk mewawancarai.
b.      Maaf, Bu. Bolehkah saya minta waktu sebentar untuk mewawancarai Ibu?
c.       Saya ingin mewawancarai Bapak sebentar saja.
d.      Bolehkah saya mewawancarai Ibu sekarang?
8.      Berikut ini perencanaan yang dilakukan sebelum wawancara, kecuali ....
a.       Penetapan topik atau permasalahan
b.      Memilih narasumber
c.       Mengajukan daftar pertanyaan tanpa melihat keadaan narasumber
d.      Memilih tempat wawancara
9.      Kalimat wawancara yang menggunakan kata sapaan adalah ....
a.       Anda saya minta datang ke kantor polisi hari Senin.
b.      Saya minta Bapak mengungkapkan secara jujur untuk kelancaran pemeriksaan.
c.       Menurut Anda, siapa yang selama ini dianggap sebagai biang keladi munculnya kerusuhan.
d.      Bagaimana Anda bisa menjadi anak baik, lingkungan sudah tidak mendukung.
10.   Pak Nurdin diundang pada upacara bendera memperingati hari kemerdekaan RI di Istana Negara karena dia seorang guru teladan. Dengan pakaian jas biru tua dan peci hitam menutup kepalanya, pagi itu Pak Nurdin tampak senang, haru, dan bangga.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, pertanyaan yang tepat disampaikan oleh pewawancara kepada Pak Nurdin ....
a.       Kapan Bapak hadir pada upacara di Istana Negara?
b.      Bapak berasal dari mana dan mengajarkan mata pelajaran apa?
c.       Berapa orang guru teladan yang hadir selain Bapak?
d.      Bagaimana perasaan Bapak setelah dipilih sebagai guru teladan?
11.  Pertanyaan yang isinya berkaitan dengan tugas sebagai petugas pos ialah . . .
a.       Berapa jumlah rata-rata surat yang Bapakcantarkan setiap hari?
b.      Apakah kendaran inventaris itu Bapak rawat secara rutin?
c.       Mengapa Bapak memilih bekerja sebagai seorang petugas?
d.      Siapakah yang mendorong Bapak mengartarkan surat tugas ini?
12.  Membaca meindai cocok diterapkan dalam membaca teks-teks berikut, kecuali ...
a.       Buku telepon    c. jadwal perjalanan kereta api
b.      Indeks              d. cerpen
13.  Informasi yang terdapat dalam buku telepon yaitu . . . .
a.       kode area, nama pelanggan, dan alamat pelanggan
b.      nama pelanggan, alamat pelanggan, dan pekerjaan pelanggan
c.       usia pelanggan, kode area, dan nomor-nomor telepon penting
d.      nomor-nomor telepon penting, kode area, dan foto pelanggan
14.  Hal yang tidak terdapat dalam suatu laporan kegiatan yaitu . . . .
a. jenis kegiatan
b. waktu penyelenggaraan
c. anggaran yang diperlukan
d. nama-nama seluruh peserta kegiatan
15.  1) Merumuskan tujuan
2) Menentukan tema
3) Mengumpulkan bahan
4) Membuat rincian yang akan dilaporkan
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyusun laporan ialah . . . .
a. 1)–3)–4)–2)
b. 2)–1)–3)–4)
c. 2)–3)–1)–4)
d. 3)–4)–1)–2)
16.  Kalimat penutup surat undangan resmi adalah . . .
a. Kedatangan teman-teman sangat aku harapkan.
b. Atas perhatian Saudara, kami mengucapkan terima kasih.
c. Kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i akan menjadi berkat bagi mempelai berdua.
d. Pestaku tak akan meriah tanpa kehadiranmu.
17.  Surat udangan berikut yang termasuk jenis surat undangan tidak resmi yaitu . . . .
a. surat undangan ulang tahun
b. surat undangan rapat koperasi
c. surat undangan dari sekolah kepada wali murid
d. surat undangan dari kantor kelurahan kepada warga desa
18.   Bagian surat undangan berikut yang hanya ada pada surat undangan resmi adalah . . . .
a. tempat
b. hari/tanggal
c. waktu
d. nomor
19.  Dengan hormat,
Sehubungan akan diadakan kegiatan pekan olahraga dan kesenian di SMP Negeri 15, yang acaranya akan dilaksanakan pada:
hari                         : Jumat, 21 Desember 2007,
tempat        : SMP Negeri 15 Banjarmasin.
Kami mohon bantuan Bapak meminjamkan ruang aula SMP Negeri 15 untuk dijadikan
pusat kegiatan.
Demikian surat permohonan ini. Atas perhatian Bapak, kami mengucapkan terima kasih.
Penggalan surat di atas termasuk jenis surat . . . .
a. izin
b. keterangan
c. pemberitahuan
d. permohonan
20.  Kalimat yang menunjukkan cara membuat kue ialah . . .
a. Margarin yang dicairkan, telur, tepung terigu, backing powder, cokelat bubuk.
b. Oven dipanaskan terlebih dahulu di atas kompor selama 15 menit agar panasnya merata.
c. Kocok telur, margarin cair, dan gula halus sampai mengembang.
d. Gosok lapisan panci dengan jeruk nipis atau cuka dapur dengan kain halus, agar panci tidak tergores.

contoh soal UTN sertifikasi

https://drive.google.com/file/d/1iobb8sh5wlqt0xajbEeJrnl-4h6p5Z-S/view?usp=drivesdk